Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

ipung.net - Meskipun terbuat dari bahan dari alam dan diproses dengan menggunakan alat tradisional, produk asli masyarakat di salah satu desa di Jogja ini mampu menembus pasar Internasional. Sudah beraneka ragam kerajinan dan jumlah yang tak terhitung lagi, produk ini telah melalangbuana hingga negeri-negeri di Eropa, Asia dan Australia. Tahukah kalian desa wisata manakah yang kita maksud kali ini?

Sudah tahu atau belum? Ada yang sudah dan ada yang belum ya? Oke deh, langsung saja ya ipung.net kasih tau informasi lengkapnya. Kali ini, ipung.net akan menjelajahi keunikan kerajinan masyarakat Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta. 

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Sesuai dengan namanya yang disebut sebagai desa wisata, nama Gamplong sudah semakin dikenal masyarakat luas, baik yang berada di Jogja maupun luar Jogja, bahkan hingga mancanegara. Pasalnya, di desa inilah produk-produk kerajinan berbahan baku serat alam dari akar, rumput, dan lain sebagainya mampu di olah oleh para tangan trampil menjadi bahan jadi yang siap ekspor hingga tembus pasar Internasional. Sebagai orang asli Indonesia, pasti kita berbangga sekali ya. Produk-produk negara kita mampu bersaing dengan negara-negara tetangga. So pasti banget, pokoknya. Woyo-woyo josh.

Peta Desa Wisata Gamplong

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Alamat Desa Wisata Gamplong

Bagi kalian yang penasaran tentang kerajinan di Desa Wisata Gamplong ini yuk langsung saja berkunjung ke alamat yang berlokasi di dukuh Gamplong, Desa Sumberrahayu, Kecamatan, Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kode pos 55563.

Lokasinya dari pusat Kota Yogyakarta sekitar 20 km. Rute yang paling mudah ya ancer-ancernya lewat Jalan Wates km 14-an. Nah, di pinggir jalan sudah ada plank nama desa wisata ini. Jadi tinggal mengikuti aja arah-arahnya hingga sampai lokasi. Mudah kok. Kalau masih bingung bisa tanya warga sekitar atau tinggal klik peta lokasi yang ada di google map.

Lokasi Google Map


Kerajinan Desa Wisata Gamplong

Desa wisata gamplong merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Desa ini dikenal sebagai desa yang masih aktif memproduksi kerajinan tenun. Keunikan khasnya adalah kerajinan tenun ini masih mempertahankan dan melestarikan alat tenun tradisional. Bahkan pusat kerajinan ini sudah ada sejak masa penjajahan belanda di Indonesia. Pada masa itu, para leluhur kita membuat tenun berupa ikat bagor yang kemudian dijadikan sebagai pakian pribumi. Nah, peninggalan tersebut masih tetap lestari hingga sampai saat ini. Setidaknya masih terdapat sebanyak 24 pengrajian turun temurun yang masih aktif dan tergabung dalam paguyupan “TEGAR “.

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Paguyupan TEGAR memiliki kepanjangan dari Teguh, Ekonomis, Gagah, Amanah, dan Rajin). Tujuan dibentuknya paguyupan ini untuk saling mendukung antar pengrajin sehingga kualitas produk dan SDM dapat ditingkatkan bersama dalam wadah pembinaan. Alhasil, Desa Wisata Gamplong pernah dinobatkan sebagai juara 1 desa wisata tingkat Kabupaten. Prestasi yang luar biasa dan patut diapreasiasi.  

Kreasi kerajinan yang merambah adanya pengembangan serat alam yang dikombinasikan dengan alat tenun tradisional ini di mulai sejak tahun 1998-an. Sedangkan sebelum-sebelumnya, yakni sekitar tahun 1950 sudah dikenal sebagai desa kerajinan tenun biasa hingga tahun 1970-an merangkap sebagai produsen kerajinan produk handuk, serbet hingga taplak meja. Perjuangan kreatifitas tanpa batas banget ya. Mampu bertahan sampai saat ini. Luar biasa. 

Struktur Organisasi Paguyupan Tegar

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Jenis Kerajinan di Desa Wisata Gamplong

Desa wisata gamplong merupakan desa pengrajin kain tenun dengan alat tradisional. Penggunaan ATBM atau kepanjangannya dari Alat Tenun Bukan Mesin ini adalah salah satu yang menjadi ciri khas desa wisata Gamplong. Dengan alat tradisional yang dipakai ini mampu menghasilkan kain tenun kualitas super. Sehingga, banyak wisatawan lokal maupun mancanegara ramai datang ke desa ini untuk berkunjung menyaksikkan secara langsung proses pembuatan kain tenun tersebut dan membelinya sebagai oleh-oleh khas wisata Jogja. Selain itu, bagi wisatawan yang ingin belajar dan merasakan bagaimana rasanya menenun, pengrajin akan mempersilahkan dengan senang hati dan mengajarinya. Menarik kan? Berwisata sambil belajar melestarikan budaya lokal. 

Pada kesempatan ini, saya pun juga asyik turut serta mencoba bagaimana rasanya menenun. Intinya, apapun pekerjaannya, lakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati. Maka, hasilnya pun tak akan pernah mengecewakan dan menghianati perjuangan kalian. Seperti halnya para pengrajin ini dari jaman dulu sampai saat ini. Mereka terus bertahan ditengah arus modernisasi yang serba teknologi, namun tetap saja produk yang dihasilkan dari rasa cinta dan tradisi lebih unggul dibanding dengan lainnya. Jangan sampai, tradisi nilai luhur ini hilang, punah. Dan parahnya, jangan sampai di klaim negara tetangga lagi ya, seperti kasus-kasus yang terjadi sebelum-sebelumnya. Bikin miris hati rasanya. So, sebagai generasi penerus, wajib hukumnya menjunjung tinggi nilai budaya kita sendiri dan mencintai serta melestarikannya. 

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Setelah mencoba menggunakan dan melihat proses kerja alat tenun tradisional ini, banyak jenis kain tenun yang dapat dihasilkan ternyata. Namun, kain tenun produksi masyarakat Desa Wisata Gamplong yang dihasilkan biasanya lebih banyak digunakan sebagai bahan stagen. Ada yang tahu apa itu stagen? Yap, Stagen adalah kain yang panjang dan digunakan dibagian perut perempuan dengan cara dililitkan melingkar.

Selain kain tenun, kreasi dan inovasi masyarakat juga terus digalakkan bersama berkembangnya paguyupan TEGAR. Hingga sampai saat ini, tidak hanya kain tenun saja yang dihasilan, melainkan aneka produk kerajinan seperti anyaman untuk membuat souvenir, tas, dompet, aksesories dan lain sebagainya. Padahal, kalau kalian tahu,kerajinan ini hanya memanfaatkan barang-barang yang mungkin orang lain anggap tidak berguna, namun ditangan trampil mereka, barang tersebut berubah menjadi barang berkualitas standar ekspor. Mau tau hasil olahan produk akhirnya? Ini beberapa produk hasil kerajinan masyarakat Desa Wisata Gamplong. 

Hasil kerajinannya keren-keren ya. Kalau mau tahu, bahan dasar yang digunakan untuk menenun tersebut diantaranya ada yang terbuat dari enceng gondok, lidi kelapa, mendong, agel, akar wangi, dan lain sebagainya. Mantap kan? Ngomong-ngomong di sekitar rumah kalian ada tidak ya, bahan-bahan tersebut yang belum dimanfaatkan? Yuk, datang saja ke Desa Wisata Gamplong buat belajar bagaimana caranya berkreasi penghasilkan tenun produk lokal berkualitas internasional. 

Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta

Bahan baku yang digunakan sebagai bahan kerajinan di Desa Wisata Gemplong tidak diperoleh dari sini, melainkan dari daerah Cilacap, Ciamis hingga Pangandaran untuk bahan lidi kelapa, sedang bahan baku enceng gondok diperoleh dari daerah Semarang. Enceng gondok tersebut kemudian dijemur hingga kering di Pantai Selatan. Untuk bahan baku dari Tasikmalaya diperoleh bahan akar wangi. Jadi, di Gamplong sendiri hanya menyediakan alat tenun dan pengrajin yang kreatif saja. Semua bahan dipeeroleh dari tempat lain. Mantap kan daerah satu dengan daerah lain saling mendukung. 

Pemasaran Produksi Kerajinan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, produk kerajinan Desa Wisata Gamplong pada awal mulanya lebih banyak diminati wisatawan asing. Sehingga, pemasaran produk kerajinan ini lebih banyak diekspor ke luar negeri, mulai dari negara-negara yang ada di Eropa, Asia, hingga Australia. Meskipun demikian, saat ini sudah ada ketertarikan masyarakat lokal terhadap produk ini juga. Alhasil, produk kerajinan ini sudah mulai banjir order dan dipasarkan dalam negeri, khususnya area wisata di Yogyakarta dan sekitarnya. 

Menurut ketua Paguyupan Tegar Desa Wisata Gamplong, Pak Giyono mengatakan bahwa setidaknya kerajinan ini mampu menembus omset hingga ratusan juta perbulan yakni sekitar Rp. 310 juta/bulan atau Rp. 3,7 miliar per tahunnya. Sedangkan untuk kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara setidaknya lebih dari 4.000 orang datang ke Desa Wisat Gamplong.

Harga produk kerajinan tenun yang tergolong paling mahal adalah tenun dengan bahan dasar akar wangi. Hal ini dikarenakan sulitnya bahan baku diperoleh dan tingkat kesulitan dalam proses penenunan. Selain itu, harga-harga produk kerajinan yang dipasarkan di Desa Wisata Gamplong termasuk relatif terjangkau, yakni sekitaran mulai harga Rp. 2.000 hingga ratusan ribu. Semua tergantung dari tingkat kesulitan dan bahan baku serta kreasi uniknya. 

Hal Unik Lainnya di Desa Wisata Gamplong

Berikut ini cuplikan video menarik tentang keunikan Desa Wisata Gamplong yang telah diceritakan di atas. Klik play aja ya gambar di tengah.



Selain dikenal sebagai desa wisata penghasil kerajinan tenun. Di sini juga terdapat pilihan paket lainnya, seperti paket wisata outbond, wisata kuliner, wisata edukasi budaya, dan wisata belanja. 

Untuk pilihan paket wisata outbond, pengelola membanderol tarif untuk anak-anak tingkat TK dan SD sebesar Rp. 250.000 per 10 anak. Sedangkan untuk tingkat SMP-SMA sebesar Rp. 350.000 per 10 anak. Untuk umum dikenakan tarif seharga Rp. 450.000 per 10 orang.

Adapun fasilitas yang diperoleh meliputi dua pemandu outbond, makan, pendopo, soundsystem, aneka permainan yang menyenangkan dan plus praktik langsung membuat aneka kerajinan.

Bagi kalian yang ingin menginap, di Desa Wisata Gamplong juga telah tersedia homestay di rumah warga. Setidaknya telah ada sekitar 225 kamar yang ada di 185 rumah warga untuk homestay. 

Selain hal-hal yang disebutkan di atas, ada keunikan khusus lainnya yang bakal meramaikan desa wisata Gamplong ke depannya. Apa itu? Yap, betul. Keberadaan Studio Alam Gamplong Sleman untuk syuting Film Sultan Agung karya sutradara ternama Indonesia, Hanung Bramantyo. 

Banyak fasilitas yang dibangun untuk Studio Alam Film Sultan Agung ini yang bakalan meramaikan dunia pariwisata Indonesia, khususnya yang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi Yogyakarta. Seperti apa uniknya Studi Alam dan Karya Film Sultan Agung ini. Simak di artikel selanjutnya yah.

Baca Juga: Studio Alam Gamplong Sleman, Lokasi Syuting Film Sultan Agung

Terima kasih sudah membaca. 

1 Response to "Menjelajahi Keunikan Kerajinan Tenun Desa Wisata Gamplong, Sleman, Yogyakarta"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel