Se-Abad Sudah The Phoenix Hotel Berdiri Menjadi Bangunan Bersejarah Yogyakarta

IPUNG.NET - Di tahun 2018 ini menjadi momentum The Phonix Hotel Yogyakarta genap berusia 100 tahun. Perjalanan panjang dari masa ke masa telah dilalui dengan suka duka. Mengusung tema "Contennial Jubilee: The Story of a Greatness: Kisah Tentang Sebuah Keagungan", The Phoniex Hotel Yogyakarta mengadakan kilas balik menelusuri sejarah masa silam bersama Influencer dan Blogger Rendezvous, Minggu 22 Juli 2018.

Se-Abad Sudah The Phoenix Hotel Berdiri Menjadi Bangunan Bersejarah Yogyakarta

Bagi yang masih bertanya-tanya, dimana sih The Phoniex Hotel Yogyakarta itu? Kalau kalian sudah pernah ke Tugu Pal Putih Yogyakarta, pasti sering dong lewat jalan di sebelah timurnya. Lebih tepatnya beralamat di Jln. Jenderal Sudirman No 9, Daerah itimewa Yogyakarta 55233.

Di sekitar tersebut tampak berdiri kokoh bangunan berwarna putih, berlantai dua dengan desaign arsitektur bergaya Eropa dan Asia. Nah, itulah bangunan yang kita maksud dan kini telah difungsikan kembali sebagai Hotel dengan nama The Phoniex Hotel Yogyakarta.

Google Map



Saya sebenarnya juga sudah lama banget penasaran dengan bangunan ini. Tak hitung-hitung, pertama kali datang ke Jogja sejak tahun 2010 hingga saat ini tahun 2018. Sudah sekitar 8 tahun ternyata rasa penasaranku berbuah hasil. Minggu lalu, tanggal 22 Juli 2018, pukul 09.00 wib, saya bersama para traveller blogger dan media social influencer di ajak menapak tilas sisa-sisa peninggalan sejarah di masa silam yang ada di kawasan hotel ini. 

Terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian gedung depan merupakan bagian asli yang dibangun sejak tahun 1918 oleh saudagar ternama dari China yang bernama lengkap Kwik Djoen Eng. Sedangkan bangunan ke dua berada di belakangnya merupakan bangunan baru namun tetap mempertahankan konsep arsitektur bergaya yang sama. 

Tepat pukul 09.00 wib terpantau dari jam tangan, saya sudah berada di depan halam Hotel. Langsung saja dihampiri sama Pak Satpam yang ramah dan baik hati, tidak sombong tentunya. "Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya kepada saya. Tanpa basi basi setelah ku jawab dan kemudian mempersilahkan langsung masuk lurus, belok kiri dan belok kanan. 

Melewati lorong jalanan, dari depan dan samping bangunan sudah tampak begitu megah hotel ini. Setelah diberi aba-aba lurus, belok kiri dan belok kanan akhirnya saya sampai juga di lokasi parkir underground yang cukup luas. Lokasinya berada di bawah gedung baru bangunan hotel. 

Parkir sepeda motor, bergegas langsung saya mencari ruang pertemuan perayaan 100 tahun The Poenix Hotel.  Dengan berjalan kaki sambil toleh kanan kiri, mengamati setiap sudut lekukan seni arsitek bangunan bersejarah ini membuatku terkagum-kagum. Sambil bergumam dalam hati, andaikan bangunan-bangunan hotel-hotel yang ada di Yogyakarta semuanya seperti ini, setidaknya memiliki desaign arsitektur berciri khas. Sudah saya pastikan Yogyakarta bakalan nambah deh KEISTIMEWAANnya. 

Namun, ya sudahlah. Ternyata, banyak bangunan baru yang entah bisa dikatakan modern yang membanggakan menuju kemajuan atau apalah. Menurut saya justru wajah Kota ini telah kehilangan makna sejarahnya. Alih-alih mempertahankan sejarah, justru faktanya banyak satu dua tiga bangunan cagar budaya yang seharusnya mendapat perhatian khusus malah rusak dan digantikan dengan bangunan baru. Bukan rahasia lagi. 

Selama gumaman saya tadi, tanpa saya sadari sudah sampai dikeramaian wisatawan asing dan lokal tengah asik sarapan pagi di sebuah area yang cukup luas. Nah, disekitar tersebut saya memberanikan diri bertanya kepada salah satu staff hotel dan kemudian diantarkan ke lokasi yang saya tuju. 

Saya kemudian mengisi registrasi pengunjung dan masuk ke ruangan sudah siap dengan segala dekorasi ciamik. Tertulis di tampilan slide "The Phoenix Hotel Yogyakarta: The Story of a Greatness, Kisah Tentang Sebuah Keagungan. Uniknya lagi, ada logo khusus untuk mengenang 100 tahun bangunan bersejarah ini dengan gambar burung Phoenix dan tagline "Centennial Jubilee".

Konon katanya, nama Phoenix sendiri diambil dari nama burung mitology bangsa Mesir yang legendaris. Sedangkan rangkaian kata Centennial Jubille memiliki arti kata Centennial yakni 100 tahun dan Jubillee bermakna perayaan. Nah, jadi bisa kan mengartikan lengkapnya. Yup, Centennial Jubille adalah sebuah perayaan 100 tahun The Phoenix Hotel Yogyakarta. 

Rangkaian Kegiatan  Peringatan 100 Tahun 

Salah satunya adalah tapak tilas sejarah yang diikuti oleh para traveller blogger dan media social inluencer. Selain menapaki jejak peninggalan sejarah, pada kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh PLT. Dinas Pariwisata Yogyakarta dan Paguyupan Dimas Diajeng Kota Yogyakarta. 

Dalam sambutannya, Bapak Dwi Suntono selaku PLT Dinas Pariwisata menuturkan rasa bangsa yang sebesar-besarnya terhadap pengelolaan Hotel ini. 

"The Phoneix Hotel Yogyakarta kini telah genap berusia 100 tahun. Sesuai dengan tema yang diusung yakni sebuah keabadian, maka harapannya semoga hotel ini tetap terus mempertahankan bentuk aslinya sebagai bangunan cagar budaya". paparnya. 

Lebih lanjut, Bapak Dwi Suntono juga memberikan informasi tambahan mengenai kondisi geografis Kota Yogyakarta merupakan sebuah kota yang tidak memiliki tempat wisata alam dan yang ada hanyalah berupa wisata jasa. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota telah mencanagkan Kota Jogja dijadikan sebagai Kota Jasa. Maka dari itu, Hotel, Kuliner, Transportasi dan lainnya memiliki peran strategis sebagai daya tarik wisatawan. 

Sebagai penguat turut sertanya melestarikan budaya, Paguyupan Dimas Diajeng menampilkan beberapa pertunjukan yang mengundang decak kagum para peserta tamu undangan. 

Pertunjungan Wang Kulit Dalang Perempuan

Tarian Gambyong oleh Karyawan-Karyawati Hotel


Menapaki Sejarah Kemegahan The Phoniex Hotel Yogyakarta

Kesempatan emas berkeliling sambil menapaki jejak sejarah di The Phoniex Hotel Yogyakarta tidak saya sia-siakan. Setelah dibagi menjadi beberapa kelompok, kita dipandu untuk berkeliling sambil mencerna setiap tapak jejak sejarah di dalamnya. Mulai dari bangunan paling baru hingga bangunan lama yang sangat bernilai sejarah tinggi di dalamnya. 



Kaleidoskop Waktu Sejarah Perjalanan The Phoenix Hotel (1918-2018)



Fasilitas Menginap di The Phoenix Hotel Yogyakarta





DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS

1 Response to "Se-Abad Sudah The Phoenix Hotel Berdiri Menjadi Bangunan Bersejarah Yogyakarta"

  1. Halo mas Ipung. Seneng bisa ketemu njenengan di acara kemarin. :)

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel