Bullet Journal: Cara Menulis Baru Dengan Goresan Seni

Ikatlah ilmu dengan cara menulisnya. Demikianlah sepatah perumpamaan yang patut diterapkan bagi siapapun dari kita yang ingin ilmu-ilmunya terus melekat. Menulis bukanlah sebuah cara baru, melainkan sudah diterapkan sejak jaman dahulu sejak aksara ditemukan oleh nenek moyang kita. Berawal dari situlah, kita mulai mengenal satu sama lain sejarah dan kebudayaan yang mulai berkembang hingga sekarang. 



Berbicara menyoal menulis, terkadang diantara kita masih sangat sulit bagaimana memulainya hingga terangkai kata menjadi kalimat hingga paragraf yang padu dan koheren. Namun, disisi lain menulis telah menjadi tradisi yang benar-benar sebagai metode cara melekatkan ilmunya ditiap goresan lembar peradaban sejarah baru yang dapat dibuka kapan dan oleh siapapun juga. Bahkan, hingga sang empunya telah tiada dan mencapai ke tangan sang pewaris ilmu tersebut. 

Catatan demi catatan selalu monoton yang disajikan tentu hanya itu-itu saja. Beda halnya dengan hadirnya teknologi dan kreatifitas era sekarang ini. Telah hadir berbagai macam teknik dan cara unik untuk menyajikan ragam kreatifitas model catat mencatat. Hal ini tidak lain, selain karena mempermudah diri kita menghafal apa yang kita catat, tentu memberi peluang kepada khalayak pembaca lain agar tertarik dan mudah untuk memahaminya pula. Apa jadinya jika karya kita tidak bermanfaat untuk orang lain? Bagaimana bisa dimanfaatkan, kalau tulisannya aja susah untuk dipahami.

Maka dari itulah, kini telah di kenal sistem pencatatan modern. Sebenarnya sih sudah lumayan lama, namun baru kekinian saja viralnya. Namanya adalah Bullet Journal. Sistem pencatatan ini pertama kali dikenalkan oleh Ryder Carroll, seorang desaigner muda asal Brooklyn NY. Beliau ini ceritanta sejak kecil memang didiagnosa mengalami kesulitan dalam perihal belajar. Karena problem tersebut, kemudian sang Ryder Carroll saat itu mulai mencari cara baru agar dirinya dapat belajar dengan mudah. Nah, seiring berjalannya waktu maka dikenalkanlah Bullet Journal ini ke khalayak umum agar selain dirinya sendiri, orang lain pun juga bisa memanfaatkan metode ini untuk belajar.
Ryder Carroll - Bullet Journal: Cara Menulis Baru Dengan Goresan Seni

Saat ini telah dikembangkan dan bahkan metode penerapan sistem belajar ala Ryder Carroll tidak lagi digunakan hanya untuk mempermudah dalam menghafal dalam pelajaran semata, melainkan telah dipergunakan dalam ragam kepentingan dan tujuan masing-masing pembuatnya. 

Sebenarnya, model-model begini ini sudah sering dilihat dimana-mana, namun istilah Bullet Journal alias BuJou (disingkat biar mudah dilafalkan) baru dikenal saat ini. Pernah kan sewaktu sekolah taman kanak-kanak atau waktu PAUD mungkin disuruh ibu gurunya membuat prakarya. Ya mungkin sekilas tampak sama hasilnya. Hehehe.


Berkenalan dengan Standard Pen

Pagi ini tadi, Sabtu 8 September 2018. Saya dan beberapa rekan dari Komunitas Blogger Jogja (KBJ) diberi kesempatan yang sangat berharga. Kami dikumpulkan dalam acara workshop membuat Bullet Journal yang disponsori oleh StandardPen Indonesia di Atrium Jogja City Mall Yogyakarta.



Ternyata selain workshop, juga ada rangkaian kegiatan lainnya seperti lomba menggambar dan hiburan band musik serta seminar dengan tema "Kreatif Pasti Sukses" yang dihadiri oleh Artis Maudy Ayunda sebagai pembicaranya. Keren dan mantap djiwa ya pokoknya. Meminjam istilah viral saat ini "Masuk Pak Eko" lebih cocok deh menggambarkan ekspresi kegembiraanya tersebut. 

Di sela-sela workshop belum di mulai, saya pun sempat berkeliling melihat hasil karya anak-anak SMA yang bermodalkan StandardPen sudah mampu berkreasi dan berkarya luar biasa. Saking indah dan kreatifnya tersebut tentu tak bisalah saya nilai dengan sekedar kata-kata pujian belaka. Karena apa? karena memang tak ternilai deh hasilnya, luar biasa 100%. 



Setelah berhasil memotret beberapa karya, workhsop pun segera dimulai. Ada dua pemandu yang memberikan gambaran bagaimana Bullet Journal dibuat hingga menjadi sebuah maha karya seni. 

Alhamdulliah, StandardPen memberikan fasilitas lebih untuk kami peserta workshop. Sebuah godybag lengkap dengan note dan bolpoin ragam warna dari StandarPen siap kami praktikkan sebagai bagian dari proses belajar bagaimana cara membuat Bullet Journal yang simple dan menarik. 

Ada sih hasilnya yang saya buat sendiri dengan setulus cinta, tapi ya namanya masih belajar masih perlu direvisi lagi heheh. 

Dari hasil pantauan proses belajar, ada beberapa tips dan triks dari membuat Bullet Journal. Namun sepertinya dilain kesempatan saja ya kita sambung lagi cerinta guys. Oke kan?



Makanya siapkan dulu peralatan dan perlengkapannya ya, Ingat Beli Produk StandarPen ya dan nanti ada tutorial selanjutnya. Pantengin dan baca terus blog www.ipung.net ini yah. 

Salam Sukses untuk Kita Semuanya. 

DAPATKAN UPDATE ARTIKEL GRATIS

4 Responses to "Bullet Journal: Cara Menulis Baru Dengan Goresan Seni"

  1. Kece mas, asik banget ya bisa bikin bojou pakai standard pen

    ReplyDelete
  2. Selesai satu BuJou dengan topik A,terus pengen lagi bikin yang lain-lainnya. Ga akan bosan ngerjainnya.

    ReplyDelete
  3. Keren deh...senang bisa ikut workshop ini. Jadi lebih produktif ya

    ReplyDelete
  4. Selama ini to do list juga polos2 aja. Ternyata dengan kreativitas seperti bullet journal jadi bikin lebih menarik dan bersemangat.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel